Dorong Pengembangan Hulu Migas, Pemerintah Perkuat Kesejahteraan Masyarakat dan SDM Lokal
JAKARTA- Pemerintah terus berupaya melakukan pengembangan sektor hulu migas secara berkelanjutan. Namun upaya pemerintah tidak terbatas pada hal itu semata. Agar program ini berjalan maksimal, juga harus disertai dengan upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat dan melibatkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.
Salah satu daerah yang saat ini masuk dalam perhatian pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), adalah Papua.
Dilansir dari situs Kementerian ESDM, higga Mei 2026, tercatat terdapat 11 Wilayah Kerja (WK) migas di area Papua yang mencakup tahap produksi, pengembangan, hingga eksplorasi.
Untuk wilayah produksi antara lain dikelola oleh BP Berau, Petrogas Basin, Petrogas Island Limited, serta PT Pertamina EP. Selain itu, terdapat wilayah pengembangan oleh Genting Oil Kasuri dan beberapa wilayah eksplorasi seperti Bobara, Semai Tiga, dan Gaya.
Ini menunjukkan bahwa Papua menjadi salah satu kawasan strategis bagi masa depan pengembangan migas di Indonesia.
Menurut Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman, kunci keberhasilan pembangunan berada di kekuatan sumber daya manusia di daerah maupun di pusat. Termasuk membangun sinergi antar-pemangku kepentingan. Hal itu dilontarkannya awal bulan ini di Jakarta
“Kolaborasi ini baik sekali dan bisa dijadikan benchmark untuk kedepannya dengan provinsi-provinsi yang lain. Masa depan Papua tidak hanya digantungkan oleh besarnya sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusianya,” papar Laode.
Kehadiran industri hulu migas dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah.
Sedangkan bagi pemerintah daerah memiliki kesempatan besar untuk terlibat aktif dalam pengelolaan sumber daya alam mereka sendiri melalui kebijakan Dana Bagi Hasil (DBH) dan pemberian Participating Interest (PI) sebesar 10%.
“Melalui mekanisme DBH dan PI 10%, Pemerintah daerah juga diharapkan dapat menginvestasikan kembali pendapatan migas tersebut pada sektor pendidikan dan keterampilan masyarakat lokal. Potensi ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional tetapi juga tentu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia lokal,” pungkas Laode.
Jaga Komitmen
Sementara itu, Plt Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) Raihan, mengatakan pihaknya sejauh ini terus menjaga komitmen terkait dukungan untuk membantu kesejahteraan masyarakat Siak. Komitmen itu terus dijaga, mengingat PT BSP merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berada di bawah Pemkab Siak.
Bagi BSP, menjalin sinergi dengan pemerintah daerah, aparatur kampung, dan seluruh elemen masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan solusi yang cepat dan tepat.
"Kami percaya bahwa keberhasilan perusahaan harus berjalan seiring dengan meningkatnya kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasi,” ucap Raihan.
Sejauh ini, tambahnya, berbagai program telah dilaksanakan PT BSP untuk membantu masyarakat tersebut. Mulai dari sektor pendidikan, bantuan sosial hingga perbaikan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
Yang terbaru, PT BSP membantu perbaikan gorong-gorong yang menjadi penyebab terjadinya banjir di Kecamatan Sabak Auh, tepatnya di jalan utama Kampung Bandar Pedada.
Perbaikan dilakukan menyusul rusaknya box culvert di depan Puskesmas Sabak Auh yang menyebabkan aliran air tersumbat dan memicu banjir di rumah warga sekitar saat musim hujan.
Camat Sabah Auh, Sugiati, S.Pi., M.Si mengatakan, akses jalan tersebut sangat penting karena menghubungkan jalan operasional perusahaan menuju arah Langkat dan berada tepat di depan Puskesmas Sabak Auh.
“Kerusakan box culvert mengakibatkan air tidak dapat mengalir dari parit sisi kiri menuju parit sisi kanan yang langsung terhubung ke Sungai Siak, sehingga menyebabkan banjir di permukiman warga sekitar,” ujar Sugiati.
Sugiati menjelaskan, hasil koordinasi lintas sektor bersama PT BSP akhirnya membuahkan kesepakatan untuk melakukan mitigasi banjir melalui perbaikan dan penggantian gorong-gorong yang rusak.
“Alhamdulillah diakomodir oleh PT BSP dan pengerjaan sudah dimulai sejak pagi tadi. Insyaallah segera selesai,” katanya. *