Kejar Target Ketahanan Energi, MPR Minta Eksplorasi Migas Lebih Agresif
JAKARTA- Pemerintah diminta lebih agresif mengejar cadangan dan produksi migas. Sehingga ke depannya ketergantungan impor energi bisa terus ditekan.
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Eddy Soeparno mengatakan percepatan eksplorasi menjadi salah satu langkah utama untuk meningkatkan lifting migas nasional.
Upaya tersebut diperlukan agar kebutuhan minyak mentah, BBM, dan gas domestik tidak semakin bergantung pada pasokan dari luar negeri.
“Ketahanan energi merupakan hal yang sangat penting, sehingga kita harus mempercepat, memperkuat eksplorasi untuk melakukan peningkatan dari lifting migas kita,” ujarnya, dilansir dari bisnis.
Ditambahkannya, penguatan pasokan gas domestik juga memiliki posisi strategis dalam transisi energi. Gas bumi dinilai dapat menjadi alternatif energi dengan emisi lebih rendah dibandingkan sumber energi fosil lainnya.
Kondisi tersebut membuat pengembangan sektor hulu migas tetap memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional, termasuk melalui peningkatan cadangan dan produksi dalam jangka panjang. Namun, akselerasi eksplorasi membutuhkan iklim investasi yang lebih sehat.
Eddy menilai kolaborasi antara Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sudah berjalan cukup baik, tetapi masih terdapat sejumlah persoalan regulasi yang perlu segera dibenahi.
Sedangkan masukan dari asosiasi KKKS menekankan pada 3 hal, yaitu penguatan terhadap kepastian hukum, konsistensi kebijakan dan insentif fiskal.
Kepastian hukum, konsistensi kebijakan, dan insentif fiskal menjadi faktor penting untuk menjaga minat investasi, terutama ketika Indonesia harus mengejar eksplorasi dengan tingkat risiko dan kebutuhan modal yang besar.
Selain itu, pengembangan migas rakyat dapat melengkapi strategi eksplorasi berskala besar. Legalitas kegiatan tersebut dinilai dapat membuka lapangan kerja sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Sementara itu, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro menilai strategi SKK Migas yang mengejar eksplorasi laut sekaligus melegalkan sumur rakyat merupakan langkah yang tepat.
Eksplorasi laut diperlukan untuk memperbesar cadangan energi dalam jangka panjang. Adapun sumur rakyat dapat membantu menopang target produksi nasional.
Selain memperluas eksplorasi, Komaidi menilai kecepatan birokrasi menjadi faktor penting dalam mempercepat tambahan produksi migas. Proses dari penemuan cadangan hingga pengembangan lapangan perlu dipangkas agar hasil eksplorasi dapat segera dimonetisasi. *