Percepat Proyek Migas Nonkonvensional, ESDM Siapkan Insentif Baru Untuk mengakselerasi pengembangan minyak dan gas bumi (migas) nonkonvensional (MNK)
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan aturan insentif baru untuk mengakselerasi pengembangan minyak dan gas bumi (migas) nonkonvensional (MNK).
Seperti dituturkan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman, mengatakan, pihaknya akan merevisi sejumlah peraturan yang sudah ada untuk mendukung pengembangan MNK.
Dilansir dari antara, Laode menuturkan bahwa Kementerian ESDM sudah membahas hal tersebut. Pihaknya menargetkan,aturan baru tersebut tuntas tahun ini dan selanjutnya akan dituangkan dalam bentuk Keputusan Menteri (kepmen).
Kementerian ESDM juga sudah menggelar rapat dengan Pertamina sebagai badan usaha yang akan mengembangkan MNK di Indonesia.
“Kita baru mulai dan Pertamina butuh dukungan di awal-awal. Ada insentif, kemudahan-kemudahan, nah itu kami dukung,” paparnya..
Dalam kesempatan tersebut, Laode menyoroti kemampuan Amerika Serikat yang bisa memproduksi minyak dalam jangka panjang dan jumlah produksi yang besar. Hal itu juga tidak terlepas dari adanya dukungan MNK. Menurutnya, indonesia juga menginginkan hal tersebut.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi sumber daya mencapai 11,3 miliar barel minyak di tempat (BBO) untuk pengembangan MNK.
Oki meyakini temuan tersebut merupakan angin segar di tengah berakhirnya era ‘easy energy’.
Adapun, yang dimaksud dengan berakhirnya era easy energy adalah kian terbatasnya akses sumber daya migas konvensional sehingga menuntut perusahaan migas untuk berinovasi dan menggunakan teknologi.
Saat ini, lanjut Oki, pekerjaan rumah bagi Indonesia adalah bagaimana pemerintah menghadirkan regulasi dan kebijakan fiskal yang kompetitif untuk mendukung pengembangan sumur migas nonkonvensional.
Selain itu, pengembangan sumber daya manusia (SDM) juga tak luput dari perhatian Pertamina agar Indonesia semakin siap untuk pengembangan MNK. *