Buntut Konflik Timur Tengah, Negara Asia Ramai-ramai Borong Minyak Brasil
JAKARTA - Brasil menjelma menjadi salah satu negara produsen minyak yang paling diuntungkan dari konflik di Timur Tengah
Sejak krisis merebak di kawasan itu, sejumlah negara di Asia khususnya China dan India, beralih ke Brasil untuk mendapatkan pasokan minyak mentah. Dipilihnya Brasil karena untuk mendapatkan pasokan dari negara itu dinilai lebih mudah. Apalagi pasokan minyak dari Rusia juga terbatas karena masih dikenakan sanksi.
Dilansir dari Al Jazeera, spesialis pemodelan kilang dan pasar minyak Kpler, Sumit Ritolia, mengatakan gangguan akibat perang Iran dan penutupan Selat Hormuz telah meningkatkan peran Brasil sebagai pemasok minyak marjinal bagi pasar Asia.
“China dan India khususnya meningkatkan pembelian minyak mentah Brasil untuk mengamankan pasokan yang tidak terdampak gangguan pengiriman di kawasan Teluk,” ujarnya, dilansir ulang bisnis.
Data Kpler menu kulkan, negara-negara Asia mengimpor sekitar 1,2 juta barel per hari (barrel per day/bpd) minyak mentah dari Brasil sepanjang 2025. Angka tersebut naik menjadi sekitar 1,8 juta bpd pada periode Januari—Mei 2026.
Angka itu menunjukkan meningkatnya peran Brasil dalam strategi diversifikasi pasokan Asia di luar kawasan Teluk.
Untuk diketahui, sebelum konflik Timur Tengah meningkat, Brasil sebenarnya telah lebih dulu meningkatkan produksi minyak melalui sejumlah proyek lepas pantai utama.
Data Kpler menunjukkan produksi minyak Brasil mencapai sekitar 3,77 juta bpd pada 2025. Adapun sepanjang Januari—Mei 2026, produksinya naik menjadi rata-rata 4,06 juta bpd dengan capaian 4,11 juta bpd pada Mei.
Meski demikian, Ritolia menilai kenaikan tersebut bukan semata-mata disebabkan lonjakan produksi akibat perang.
“Sejak Maret 2026, produksi Brasil hanya meningkat tipis sekitar 50.000 hingga 100.000 bpd, yang menunjukkan fleksibilitas jangka pendek masih terbatas untuk meningkatkan pasokan secara cepat sebagai respons terhadap gangguan global,” katanya. *