Dinilai Strategis, DPR Dorong Permen ESDM 14 Tahun 2025 Jadi Pemacu Lifting Migas
JAKARTA- Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Golkar, Yulisman, mendorong stake holder terkait untuk mendorong implementasi Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 14 Tahun 2025.
Permen tersebut dinilai strategis sehingga bisa menjadi instrumen kunci, untuk mempercepat peningkatan lifting minyak dan gas bumi (migas) nasional.
Yulisman juga menilai Permen ESDM tersebut bisa dijadikan dasar menjaga ketahanan energi sekaligus mengoptimalkan potensi wilayah kerja migas yang belum tergarap maksimal.
“Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 memberikan ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengelolaan bagian wilayah kerja migas, termasuk melibatkan peran BUMD, koperasi, maupun pelaku usaha lokal,” ujarnya, seperti dilansir dari kompas.
Menurutnya, hal ini sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan produksi nasional sekaligus memperkuat dampak ekonomi di daerah.
Menurut legislator asal Daerah Pemilihan Riau II ini, tantangan sektor hulu migas saat ini tidak hanya berada pada aspek teknis produksi, tetapi juga menyangkut efektivitas koordinasi lintas sektor, kepastian regulasi, serta penguatan tata kelola di tingkat implementasi.
Karena itu, pihaknya mendorong seluruh pemangku kepentingan, termasuk SKK Migas dan kementerian/lembaga terkait, mempercepat sinkronisasi kebijakan agar Permen ESDM 14/2025 dapat berjalan optimal di lapangan.
Ditambahkannya, ada beberapa hal lain yang memiliki peran penting, untuk menjaga dan meningkatkan lfting migas nasional. Di antaranya optimalisasi sumur eksisting, pengelolaan lapangan marginal, serta penerapan teknologi yang lebih efisien. Ketiga hal tersebut diyakini pihaknya bisa menjadi langkah penting dalam menjaga tren produksi.
Ia juga mengingatkan agar implementasi regulasi tersebut tetap dibarengi pengawasan ketat, terutama dalam aspek keselamatan operasi, perlindungan lingkungan, dan transparansi tata kelola
Sebab, peningkatan lifting migas seharusnya tidak hanya berorientasi pada angka produksi, tetapi juga memastikan keberlanjutan sektor energi nasional dalam jangka panjang.
Belum lama ini, Plt Direktu PT Bumi Siak Pusako (BSP) Raihan juga mengungkapkan komitmen pihaknya untuk terus berupaya meningkatkan produksi.
Salah satunya dengan mempertahankan laju produksi sumur minyak. Di mana dari 217 sumur minyak yang ada, semuanya telah menjalani perawatan. Sedangkan untuk kegiatan workover.sudah terealisasi 4 sumur dari rencana 6 sumur. *