Harapan untuk Lifting Nasional Menguat, Peluang Terus Bertambah
JAKARTA- Upaya pemerintah untuk mengejar target lifting migas, semakin menguat.
Di tengah upaya menjaga tren lifting minyak, sumur pengembangan baru terus bertambah. Yang terbaru ditemukan di struktur Karangan. Perkembangan di lokasi ini mulai menunjukkan hasil yang menjanjikan.
Kondisi itu diamini Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto. Menurutnya, pengeboran sumur baru tersebut telah memasuki fase uji produksi. Sejauh ini, capaian awal yang didapat dirasakan cukup signifikan. Hasil sementara menunjukkan laju produksi awal mencapai 133 barel minyak per hari (BOPD).
Secara geografis, struktur Karangan berada sekitar 20 kilometer di tenggara Prabumulih, Sumatera Selatan. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu kantong produksi migas yang penting di Sumatera Selatan.
Sumur ini dibor secara directional hingga kedalaman 1.640 meter. Meski waktu pengerjaan mencapai 31 hari atau sedikit di atas rencana yakni 27,4 hari, namun terjadi efisiensi secara positif.
Realisasi biaya tercatat sekitar USD 3,68 juta, atau hanya 85,01 persen dari total AFE yang disetujui.
“Lifting naik, bisa, bisa, bisa,” ujar Djoko, yang dilansir dari ruangenergi.com, baru-baru ini.
Dengan hasil awal yang menjanjikan ini, sumur KRG-038 diharapkan segera masuk tahap produksi penuh dan berkontribusi nyata terhadap target produksi migas nasional 2026.
Di sisi lain, upaya untuk menemukan sumur produksi baru juga terus dilakukan manajemen PT Bumi Siak Pusako (BSP). Bahkan program ini telah dirancang sejak lama.
Hasilnya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berada di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Siak ini, telah mendapat rancangan yang diharapkan bisa direalisasikan dalam waktu dekat ini.
Di antaranya, PT BSP telah merencanakan pengeboran sumur pengembangan yang ditargetkan sebanyak 10 sumur.
Sementara itu, kegiatan kerja ulang (workover) terealisasi 4 sumur dari rencana 6 sumur. Kegiatan well service tercapai 100 persen, dengan realisasi 217 sumur dari target 217 sumur.
Akuisisi seismik 2D terealisasi sepanjang 50 kilometer sesuai rencana, sedangkan studi GGR dari target lima kegiatan baru terealisasi dua kegiatan. *