Kontrak Resmi Diteken, Pasokan dari Sumur Masyarakat Mulai Mengalir ke Kilang Pertamina
JAKARTA- Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengumumkan, kontrak produksi sumur masyarakat antara Badan Kerja Sama Usaha (BKU) Jawa Tengah dengan Pertamina resmi diteken. Sebagai langkah awal, sebanyak 300 barel minyak mentah dari sumur masyarakat, akan dikirimkan ke kilang milik Pertamina di Cepu.
Dilansir dari ruangenergi.com, Djoko menerangkan, BKU tersebut melibatkan BUMD, koperasi dan UMKM.
Penandatanganan kontrak tersebut menjadi langkah konkret dalam mengintegrasikan produksi minyak dari sumur masyarakat ke dalam rantai pasok energi nasional.
Untuk tahap awal, produksi minyak dari sumur masyarakat langsung dikirim ke kilang untuk diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM). Kilang yang dimaksud adalah fasilitas pengolahan di Cepu yang berada di bawah Kementerian ESDM.
Pengiriman perdana diperkirakan mencapai sekitar 300 barel minyak per hari (BOPD). Ke depan, volume tersebut ditargetkan meningkat hingga berlipat ganda seiring optimalisasi produksi.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penyediaan BBM bagi masyarakat. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari strategi peningkatan lifting migas nasional.
Dengan bergabungnya Jawa Tengah, kini tercatat tiga provinsi yang telah berhasil menyalurkan minyak dari sumur masyarakat ke kilang melalui kerja sama dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Ketiga provinsi itu adalah Jambi, Sumatera Selatan dan Jawa Tengah.
Djoko berharap provinsi lain segera menyusul, khususnya Sumatera Utara dan Aceh yang juga memiliki potensi sumur masyarakat.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk terus memberikan dukungan agar program ini berjalan optimal dan memberikan manfaat luas bagi ketahanan energi nasional. *