Optimalkan Lifting Migas, Pemerintah Intervensi Tangani Sumur Tua
JAKARTA - Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah, untuk mengoptimalkan produksi (Lifting) minyak bumi dan gas (Migas). Pada tahun 2026 ini, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan turun tangan untuk menangani sumur yang sudah uzur, dengan menerapkan teknologi terkini.
Langkah ini dilakukan mengingat cukup banyak sumur produksi yang usianya sudah masuk dalam kategori uzur. Dengan upaya ini, diharapkan sumur-sumur tersebut bisa digenjot produksinya hingga mencapai tahap maksimal.
Seperti dituturkan Menteri ESDM.Bahlil Lahadalia, dari total 39 ribu hingga 40 ribu sumur yang ada di Tanah Air, yang beroperasi saat ini diperkirakan hanya 17 ribu hingga 18 ribu unit.
"Sumur-sumur tua ini mau tidak mau kita harus intervensi lewat teknologi. Tidak ada cara lain dari total 39.000 sumur sampai 40.000 sumur kita itu yang beroperasi hanya 17.000 sampai 18.000 sumur. Selebihnya idle weld karena udah tua nah ini kita kerja samakan," ujar Bahlil dalam keterangan tertulis dari Kementerian ESDM, seperti dilansir dari holopis.com, baru-baru ini.
Menurutnya, upaya pemerintah mencapai kemandirian energi harus sejalan dengan tindakan nyata dan inovasi teknologi.
“Jangan pernah kita bermimpi akan menjadi swasembada energi kalau tidak kita melakukan terobosan,” tegas Bahlil.
Selain itu, ketergantungan pada importir di sektor migas,juga merupakan bukti kegagalan mendorong kemandirian energi secara serius.
"Para impor (energi) ini adalah yang mendapatkan manfaat dari ketidakmampuan kita untuk bagaimana mendorong swasembada," tegasnya lagi.
Bahlil juga mendorong percepatan pelaksanaan sumur-sumur yang sudah masuk plan of development (POD). Kementerian ESDM juga akan membuka tender untuk 110 blok minyak dan gas (migas) baru untuk memperkuat ketahanan pasokan energi.
Bahlil menambahkan, percepatan eksekusi, investasi teknologi, dan kemitraan strategis pemerintah dan swasta harus berjalan beriringan.
Terus Berbenah
Terkait peningkatan produksi migas nasional tersebut, Bupati Siak Afni Zulkifli mengungkapkan dirinya telah menekankan.manajemen PT Bumi Siak Pusako (BSP) untuk terus berbenah.
Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang kini diberi wewenang mengelola CPP Blok, Afni mengingatkan PT BSP untuk mematuhi Kontrak Kerja Sama (KKP), serta aturan terkait lainnya.
Afni menyebut PT BSP selama ini merupakan salah satu BUMD andalan penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Siak. Namun, berbagai persoalan beberapa tahun terakhir membuat kinerja perusahaan daerah tersebut menurun dan menimbulkan keraguan masyarakat.
Menurut Afni, langkah pembenahan dilakukan secara bertahap dengan menitikberatkan pada efisiensi operasional dan penyesuaian kegiatan usaha agar sejalan dengan regulasi yang berlaku. Dengan tetap menjaga lifting dan strategi terbaik untuk menjaga deviden.
“Kini BSP berada di ambang kebangkitan dan tetap menjadi andalan pendapatan daerah Kabupaten Siak,” ujarnya. *