SKK Migas Minta KKKS Tidak Ragu Tampung Minyak dari Sumur Masyarakat, Kualitasnya Sangat Baik
JAKARTA- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) meminta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tidak ragu menampung minyak yang berasal dari sumur milik masyarakat. Hal itu mengingat kualitas minyak mentah dari sumur masyarakat tersebut dinilai sangat baik.
Seperti dituturkan Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, hal itu bisa dilihat dari minyak yang dikirim PT Keban Berkah Energi (KBE) Medco E&P Grissik Ltd. (MEPG). Di mana kandungan airbya sangat kecil bahkan hampir 0.
Dilansir dari duniaenergi.com, Djoko menjelaskan, berdasarkan laporan harian operasional, sejak perjanjian diteken, pengiriman minyak mentah sudah dilakukan sebanyak dua kali, dengan tingkat penerimaan mencapai 100 persen.
Total volume minyak yang diterima mencapai 175,73 barel, dengan kualitas yang sangat baik. Rata-rata kandungan air dan kotoran (BS&W) tercatat 0,00 persen, jauh di bawah ambang batas maksimal 0,5 persen.
Kondisi ini tentu menjadi angin segar bagi pengelolaan sumur masyarakat dan diharapkan pelaku usaha tidak ragu-ragu dalam bekerja sama dengan masyarakat.
Dari sisi penyimpanan, minyak rakyat di Stasiun Rawa tercatat sebesar 374 barel atau setara 74,8% dari kapasitas total 500 barel. Angka ini menunjukkan pengelolaan storage yang optimal dalam mendukung kelancaran operasional.
Adapun aktivitas operasional turut mencakup proses transfer minyak ASM dari Tank 10T Rawa menuju Tank B Ramba. Minyak yang diterima di Tank B tercatat berada pada level 359 barel.
Untuk diketahui, kerja sama antara Medco E&P Grissik Ltd. (MEPG) dengan PT Keban Berkah Energi (KBE) mulai berlaku efektif dengan telah dilakukan pengaliran perdana minyak dari sumur masyarakat di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Pengiriman dilakukan UMKM Keban Berkah Energi (KBE) kepada Medco E&P Grissik Ltd. (MEPG). *