Syamsuar: BSP Harus Dikelola Profesional Agar Jadi Andalan PAD Siak
PEKANBARU– Gubernur Riau pada masa, Drs H. Syamsuar, M.Si, menilai Kabupaten Siak memiliki peluang besar untuk bangkit di tengah kondisi keuangan seluruh daerah di Riau yang sedang mengalami defisit. Salah satu kuncinya adalah optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya PT Bumi Siak Pusako (BSP).
Syamsuar menyebutkan, BSP dapat menjadi lumbung Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika dikelola lebih maksimal dan profesional. Karena itu, ia mendukung penuh pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan (UKK) terhadap jajaran direksi BUMD di Siak, terutama BSP.
“Perlu pengelolaan yang lebih profesional agar BSP bisa bangkit kembali dan menjadi andalan PAD Kabupaten Siak,” ujar mantan bupati Siak dua periode itu sepekan lalu.
Syamsuar juga menegaskan, restrukturisasi direksi menjadi langkah penting untuk mendorong kemajuan perusahaan. Menurutnya, BSP membutuhkan figur-figur yang memiliki kapasitas, integritas, dan kreativitas agar mampu membawa perusahaan lebih maju.
Syamsuar juga menilai, di Riau terdapat dua BUMD yang menjadi kebanggaan daerah, yakni PT BSP dan Bank Riau Kepri Syariah (BRKS).
Menurutnya, keberadaan BSP memiliki makna strategis dan simbolis bagi masyarakat Riau. Sebagai salah satu daerah penghasil minyak dan gas terbesar di Indonesia, Riau dinilai pantas memiliki perusahaan daerah yang mengelola sektor migas.
“BSP adalah marwah bagi masyarakat Riau dan Pemerintah Provinsi Riau, terutama Kabupaten Siak. Di daerah yang dikenal sebagai penghasil minyak dan gas, tentu sangat tepat memiliki perusahaan daerah yang mengelola migas,” kata Syamsuar.
Ia menambahkan, BSP merupakan satu-satunya perusahaan daerah di Riau yang mengelola blok migas, termasuk Blok Coastal Plains and Pekanbaru (CPP), sehingga patut menjadi kebanggaan masyarakat.
Syamsuar menyebutkan, bahwa kepemilikan saham BSP bukan hanya Kabupaten Siak tapi termasuk Pemda Riau dan beberapa kabupaten/kota di Riau. Karena itu sudah seharusnya hal ini menjadi perhatian utama karena menyangkut marwah Riau. Apalagi perjuangan mendapat kepercayaan mengelola migas blok CPP yang masih memiliki potensi Migas cukup besar dari Pemerintah Pusat tidak mudah.
Sementara itu, terkait BRKS, Syamsuar menilai keberadaannya selaras dengan identitas masyarakat Riau sebagai tanah Melayu yang identik dengan nilai-nilai Islam. Ia menyebutkan, dari sedikit BUMD perbankan berstatus syariah di Indonesia, salah satunya berada di Riau.
BRKS, sambung Syamsuar, juga merupakan kebanggaan rakyat Riau termasuk cukup besar aset dan jumlah nasabahnya.
Diketahui sampai saat ini baru 3 provinsi yaitu Aceh, NTB dan Riau yang memiliki Bank Daerah Syariah.
“Baik PT BSP maupun BRKS adalah dua BUMD yang mempertegas identitas diri masyarakat Melayu Riau,” ungkap Syamsuar. (*)