Dirke. an Migas
Tetap Fokus pada Implementasi Budaya Keselamatan Kerja, Begini Harapan Ditjen Migas
JAKARTA- Keselamatan kerja tetap menjadi salah fokus Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI. Sebab hal erat kaitannya dengan kelancaran produksi guna mendukung ketahanan migas nasional.
Demikian ditegaskan Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Kementerian ESDM RI,Noor Arifin Muhammad. Hal itu disampaikannya saat Pembahasan Rencana Kerja Tim Independen Pengendalian Keselamatan Migas (TIPKM) Tahun 2026-2027, baru-baru ini di Jakarta.
Kegiatan tersebut digelar seiring dengan telah ditetapkannya TIPKM Periode 2026–2027 melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 16.K/MG.06/DJM/2024 tanggal 24 Februari 2026.
Dilansir dari situs Kementerian ESDM, Noor Arifin Muhammad dalam sambutannya mengatakan, sepanjang tahun 2024-2025, berbagai capaian strategis telah berhasil diwujudkan. Di antaranya, penyusunan pedoman penting seperti Kepmen ESDM terkait Penilaian Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM), Kepmen ESDM tentang Pemberian Penghargaan Keselamatan Migas, serta publikasi Atlas Keselamatan Migas Volume 5.
Namun Noor Arifin Muhammad juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih cukup besar. Ia kemudian menyoroti masih adanya tren peningkatan kejadian kecelakaan migas dalam kurun waktu 2024 hingga 2025.
“Hal ini menjadi pengingat bagi kita bahwa regulasi dan pedoman yang sangat baik di atas kertas belumlah cukup jika tidak diiringi dengan pengawasan yang ketat dan implementasi budaya di tingkat operasional,” tegasnya.
Karena itu, untuk masa bakti 2 tahun ke depan, pihaknya menaruh harapan besar agar semua pihak terkait terus bersinergi dan bekerja lebih keras lagi. Kita akan menghadapi dinamika kegiatan usaha migas yang semakin kompleks.
Dalam kesempatan itu, Ketua TIPKM, Waluyo, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada tim untuk melanjutkan peran strategis dalam pengendalian keselamatan migas.
Ia juga menyampaikan refleksi kritis terhadap kondisi keselamatan migas, mengingat masih tingginya angka kecelakaan. Padahal, berbagai pengetahuan dan pedoman telah tersedia.
“Buat kami sebetulnya langsung refleksi, ilmunya banyak tapi kok tahun kemarin masih banyak kecelakaannya. Artinya, peran kita ini lebih pada knowledge power dan influence, sementara real playmaker-nya tetap ada di pelaku bisnis,” ungkapnya
Menurutnya, tantangan utama ke depan adalah bagaimana memastikan agar pelaku usaha benar-benar mengimplementasikan aspek keselamatan secara optimal di lapangan.
Dikatakan, TIPKM berperan sebagai mitra yang mendukung Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas dalam mencapai target keselamatan, termasuk dalam membangun budaya keselamatan yang lebih kuat.
Pondasi Penting
Terkait hal tersebut, Pelaksana Tugas Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) Raihan, menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan pondasi penting bagi keberlangsungan operasional BUMD milik Pemkab Siak tersebut.
Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor hulu minyak bumi dan gas, PT BSP menyadari tingginya potensi risiko operasional. Oleh karena itu, aspek keselamatan dan kesehatan kerja ditempatkan sebagai nilai utama dalam setiap aktivitas perusahaan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan Bulan K3, mulai dari program donor darah, workshop promosi kesehatan, lomba cerdas cermat K3, We Care QHSE, hingga sosialisasi standar operasional prosedur (SOP) wajib dan Emergency Response Plan (ERP).
Selain itu, perusahaan juga menggelar kompetisi fire fighting dan simulasi tanggap darurat, serta melakukan management walkthrough ke fasilitas operasional sebagai bentuk keterlibatan langsung manajemen dalam pengawasan penerapan K3 di lapangan.
Keselamatan dan kesehatan kerja adalah dasar utama dalam menjaga operasional perusahaan tetap andal dan berkelanjutan. Kami ingin memastikan setiap pekerja dapat bekerja dengan aman dan kembali ke rumah dalam kondisi selamat,” ujarnya. *