Kelola 27 Persen Ladang Migas di Tanah Air, Begini Strategi PHE Pacu Produksi
JAKARTA- Sebagai Subholding Upstream Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) saat ini mengelola sekitar 27 persen wilayah kerja migas di Tanah Air. Hal ini membuat manajemen dituntut untuk mengatur strategi untuk memacu produksi.
Menyikapi hal itu, manajemen PHE menyiapkan berbagai program strategis yang bertujuan meningkatkan produksi dan sumber daya minyak.
Untuk diketahui, pada tahun 2025, PHE menyumbang sekitar 65 persen lifting minyak domestik atau sekitar 396 ribu barel per hari (bopd).
Terkait dengan target lifting migas nasional tersebut, Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio dan Komersial PHE, Edi Karyanto mengatakan, pihaknya terus mendorong berbagai program strategis untuk menjaga keberlanjutan produksi migas nasional di tengah tantangan kondisi geopolitik serta kompleksitas operasional yang semakin meningkat.
“Penguatan eksplorasi, optimalisasi lapangan eksisting, pengembangan serta penerapan teknologi peningkatan produksi akan menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional,” ujarnya, dilansir dari bisnis.com.
Tak hanya itu, langkah ini sekaligus membuka potensi sumber daya baru di berbagai cekungan migas Indonesia.
Untuk tahun 2026 ini, PHE menyiapkan sejumlah program untuk mengelola natural decline, meningkatkan produksi dan sumber daya migas nasional.
Program tersebut mencakup pengeboran 16 sumur eksplorasi dan 800 sumur eksploitasi, disertai kegiatan workover sebanyak 1.284 pekerjaan, survei seismik 2D sepanjang 904 kilometer (km), survei seismik 3D seluas 1.660 kilometer persegi (km2) serta serta kegiatan well intervention well service (WIWS) mencapai 33.000 pekerjaan. *