SKK Migas Targetkan 8 Proyek Migas Beroperasi Tahun Ini, Bisa Tambah Produksi Hingga 40 Ribu Barel Per Hari
JAKARTA- Pemerintah RI melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), menargetkan delapan proyek minyak dan gas bumi (migas) onstream pada 2026 ini.
Kedelapan proyek itu berpotensi menambah produksi migas sebanyak 46.413 barel setara minyak per hari (boepd).
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, kedelapan proyek itu memiliki capital expenditure (capex) fasilitas produksi senilai US$478 juta.
Kedelapan proyek itu memiliki kapasitas minyak sebesar 8.457 barel per hari (bopd) dan gas 389 juta kaki kubik per hari (MMscfd). Bila ditotal, produksinya bisa mencapai 77.968 boepd.
"[Dari kedelapan proyek itu] tambahan produksi 2026 itu 8.199 bopd minyak, gasnya 214 MMscfd, atau boepd-nya 46.413," ucap Djoko dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, beberapa waktu lalu.
Dilansir dari bisnis.com, kedelapan proyek tersebut. Pertama, Fasprod Sidingin North-1 yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan. Proyek ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi minyak hingga 325 bopd dan ditargetkan onstream pada kuartal IV/2026.
Kedua, Polymer Minas Area D yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Rokan. Proyek ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi minyak sebesar 1.212 bopd dan ditargetkan onstream pada kuartal II/2026.
Ketiga, Upgrading Puspa Asri yang dikelola oleh PT Pertamina EP. Proyek tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi minyak hingga 1.034 bopd dan dapat onstream pada kuartal IV/2026.
Keempat, NSD Plant yang dikelola oleh EMP Bentu Ltd. Proyek ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi minyak hingga 90 bopd dan gas sebesar 20 MMscfd. Proyek ini ditargetkan dapat onstream pada kuartal II/2026.
Kelima, Sisi Nubi AOI 1,3,5 Tahap II yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Mahakam. Proyek ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi gas sebesar 180 MMscfd dan ditargetkan onstream pada kuartal I/2026.
Keenam, Suban Compressor Clustering yang dikelola oleh Medco E&P Grissik Ltd. Proyek ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi gas sebesar 118 MMscfd dan onstream pada kuartal II/2026.
Ketujuh, OO-OX yang dikelola PT Pertamina Hulu Energi ONWJ. Proyek ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi minyak sebesar 2.996 bopd dan gas 21,3 MMscfd dan onstream pada kuartal I/2026.
Kedelapan, Senoro Selatan Tahap II yang dikelola JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi. Proyek ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi minyak sebesar 2.800 bopd dan gas 110 MMscfd. *