15 Tahun Berkiprah, Investor Timur Tengah Optimistis Sektor Hulu Migas RI Masih Menjanjikan
JAKARTA - Sudah 15 tahun lamanya, Mubadala Energy, perusahaan energi asal Uni Emirat Arab, berkecimpung di sektor hulu migas di Tanah Air. Sejauh ini, Mubadala berpandangan bahwa potensi migas Indonesia masih sangat besar.
Terutama setelah serangkaian temuan gas di wilayah Andaman, yang berpotensi mengerek posisi perusahaan menjadi salah satu produsen terbesar di Tanah Air saat memasuki fase produksi.
Hal itu disampaikan Regional Director of Communications Mubadala Energy Varian Ignatius. Menurutnya, Indonesia merupakan pasar strategis bagi perusahaan energi asal Uni Emirat Arab tersebut di kawasan Asia.
Optimisme pihaknya makin menguat setelah perusahaan mencatat sejumlah temuan migas di blok Andaman, termasuk Tangkulo, Andaman, dan Southwest Andaman yang diumumkan sekitar 2 bulan lalu.
Dia menuturkan, penemuan-penemuan tersebut berpotensi menjadikan Mubadala sebagai salah satu produsen migas terbesar di Indonesia ketika seluruh proyek memasuki tahap produksi.
“Di Indonesia, kami melihat potensi yang sangat besar di Asia dan ini merupakan pasar yang penting bagi kami. Kami sudah berada di Indonesia lebih dari 15 tahun,” ujarnya, dilansir dari bisnis.com
Ia menyampaikan, Mubadala siap mendukung target pemerintah untuk meningkatkan produksi minyak hingga 1 juta barel per hari.
“Kami bekerja erat dengan pemerintah. Tentu kami mendukung ambisi tersebut dan insyaallah kami akan berupaya membantu mencapai target itu,” katanya.
Tidak hanya berfokus di Andaman, Mubadala juga membuka peluang ekspansi ke wilayah lain di Indonesia apabila terdapat potensi yang dinilai menarik secara bisnis. Varian menegaskan, perusahaan melihat Indonesia sebagai negara strategis untuk investasi jangka panjang di sektor energi.
“Kami terbuka. Kami hadir untuk mendukung Indonesia sebagai investor strategis. Tentu jika ada peluang lain, kami akan melihatnya,” ujarnya. *