DPR Dukung Eksplorasi 118 Blok Migas Baru, Negara Harus Perkuat Produksi Energi Domestik
JAKARTA- DPR RI mendukung langkah pemerintah dalam mempercepat eksplorasi blok minyak dan gas bumi (migas) baru yang belakangan ditawarkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Menurut anggota Komisi XII DPR RI, Cek Endra, langkah tersebut dinilai strategis guna memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.
“Situasi global dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan pentingnya setiap negara memperkuat kapasitas produksi energi domestik,” ujarnya, dilansir dari kontan.co.id.
Menurutnya, percepatan eksplorasi dan pengembangan sektor hulu migas menjadi langkah strategis untuk meningkatkan cadangan. Langkah ini juga sekaligus berguna untuk mengurangi ketergantungan pasokan impor.
"Situasi global saat ini memberikan pelajaran bahwa ketahanan energi menjadi faktor yang sangat menentukan stabilitas ekonomi suatu negara,” tambahnya.
Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar ini menyebutkan, saat ini pemerintah telah mengidentifikasi 118 area potensial blok migas baru untuk memperkuat sektor hulu.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 wilayah kerja telah ditandatangani kontraknya, 43 wilayah kerja sedang dalam tahap joint study, serta 50 area potensial lainnya disiapkan untuk ditawarkan melalui akuisisi data baru.
"Kami di Komisi XII DPR RI mendukung penuh percepatan pengembangan 118 area potensial tersebut agar dapat menghasilkan penemuan cadangan baru, meningkatkan produksi migas nasional, menarik investasi yang lebih besar, serta memperkuat ketahanan dan kemandirian energi Indonesia," terangnya.
Pihaknya menilai, percepatan pengembangan sektor hulu migas juga akan memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional dan daerah.
"Dengan dukungan kebijakan yang tepat, kepastian berusaha, serta sinergi yang kuat antara pemerintah, SKK Migas, dan para investor, saya optimistis sektor hulu migas akan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang," pungkasnya. *